AS Chamidi AS Chamidi Author
Title: Konsep Baru Pendidikan Karakter, Menjawab Kegelisahan
Author: AS Chamidi
Rating 5 of 5 Des:
(Jurnal Ar Rihlah) Sejumlah orangtua mengalami kegelisahan  akan masadepan anak-anak mereka, bahkan juga cucu-cucu mereka. Para pe...
(Jurnal Ar Rihlah)


Sejumlah orangtua mengalami kegelisahan  akan masadepan anak-anak mereka, bahkan juga cucu-cucu mereka. Para pendidik, para pemuka agama, guru, kyai, buya, ajengan, ustadz, ustadzah pun akan mengalami hal yang demikian. Mereka mengalami kegelisahan  akan masadepan anak didik dan  generasi penerus,   masadepan masyarakat, bangsa, dan negara dimana mereka hidup. Anak-anak dan generasi penerus pun mengalami  sejumlah kegelisahan  tentang akan bagaimana sebaiknya masadepan mereka sendiri, tentang nilai-nilai apa yang selayaknya menjadi pegangan hidup mereka, tentang bagaimana mereka hidup yang kokoh tidak tercerabut dari akar sejarah dan budayanya sendiri. 

Dewasa ini upaya pendidikan bagi anak-anak dan generasi penerus semakin urgen seiring maraknya kebutuhan  mereka pada alat dan media informasi komunikasi berbasis internet.  Survei Sosial Ekonomi Nasional  (Susenas) Badan Pusat Statistik  2017, prosentasi generasi milenial Y (lahir tahun 1980-2000) di Indonesia yang menggunakan telepon selular (handphone) nirkabel total sebesar 91,62%, generasi X  (lahir 1960-1979) 77,02%, dan generasi babyboom dan veteran (lahir  sebelum 1960) 43,72%. Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang besar  yang memiliki 17.499 pulau, dengan 1.340 suku bangsa, 300 kelompok etnik, dan 742 bahasa daerah. Menurut proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),  jumlah penduduk pada tahun 2019 mencapai 267 juta. Sekitar 87% penduduk beragama Islam.  

Maka dari itu, pendidikan sebagai bagian dari upaya menjawab kegelisahan jelas-jelas menjadi penting dan mendesak. Apalagi teknologi informasi dan komunikasi sudah berkembang pesat, cepat, global, dan borderless, dan trend penggunaan telepon selular (handphone) nirkabel  di tengah masyarakat Indonesia nampaknya jelas semakin tahun semakin naik sebagai suatu kebutuhan mereka.

Oleh karena itu, suatu model pendidikan yang berkarakter khas pun menjadi sebuah  kebutuhan bagi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia. Suatu pendidikan karakter yang bersumber dari potensi bangsa Indonesia sendiri perlu hadir untuk menopang kelangsungan bangsa Indonesia itu sendiri. Di sinilah pentingnya tulisan ini hadir dengan menyodorkan konsep baru pendidikan karakter.  Inilah perlunya suguhan tentang pendidikan karakter mabadi khaira ummah  (MKU) hadir untuk membantu menjawab kebutuhan kekinian dan masadepan. Tulisan ini mencoba membantu  dengan menguraikannya.

Bagaimana jelasnya konsep baru pendidikan karakter mabadi khaira ummah? Berikut artikel saya berdua dalam Jurnal Ar Rihlah.

Klik link:

Selamat membaca, mendownload, dan menjadikannya referensi bagi tulisan Anda. Semoga manfaat.


Reaksi:

About Author

Advertisement

 
Top