AS Chamidi AS Chamidi Author
Title: Puasa, Sudah Bergeser?
Author: AS Chamidi
Rating 5 of 5 Des:
Jikalau bulan puasa tiba, yakni bulan Ramadan pada  tahun Hijriyah, akan muncul kembali dan terjadi reproduksi kultural ( cultural repro...
Jikalau bulan puasa tiba, yakni bulan Ramadan pada  tahun Hijriyah, akan muncul kembali dan terjadi reproduksi kultural (cultural reproduction) di sekitar kita. Muncullah kembali kata-kata khas, seperti: puasa, poso, shiyam, tarawih, traweh, buka, berbuka, takjil, tajilan, sahur, saur, dan lainnya. Sebab puasa itu disederhanakan sebagai 'menahan makan dan minum' sampai waktu maghrib tiba, maka persoalan makan-minum dan makanan-minuman pun mengemuka menjadi bagian dari 'pergulatan' di seputar ranah (field, arena) puasa Ramadan itu.
Berbuka, sahur, takjil, semuanya berkaitan dengan tema-tema kulinari. Soal makan, soal minum. Soal perut. Modal kapital budaya berkelindan dengan modal kapital ekonomi, dan semakin 'ngguplek kaya kendhang ndangdut koplo' dengan ritme modal politik, sosial, dan simbolik gaya hidup. Media massa seperti televisi pun menjadi media 'penyeragaman' tentang konsep berbuka yang 'Islami', makanan yang layak 'berkelas', dan lainnya. Praktek sosial orang-orang berpuasa pun mengalami pergeseran. Habitus bergeser seiring gedoran irama industrial kulinari di seputar puasa Ramadan.
Tiba-tiba puasa pun seperti tercerabut dan kehilangan ruh. Tarian modal ekonomi yang lincah dinamis pelan-pelan mengubah habitus para agen pelaku puasa. Praktek puasa pun bergeser jadi lebih industrial. Berbuka, dan belum disebut berbuka apabila belum nongkrong di mall atau lainnya.
Benarkah demikian?
Wallahu a'lam. (*)
Selamat Berpuasa dengan Khusyu'


Reaksi:

About Author

Advertisement

 
Top